skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Berikut Penjelasan Pneumonia Dan Sakit Kepala

Berikut Penjelasan Pneumonia Dan Sakit Kepala

Penyakit pneumonia merupakan salah satu penyakit gangguan sistem pernafasan. Biasa nya penyakit ini di derita oleh anak anak, dan orang yang sudah tua. Penyakit ini bisa menjadi penyakit yang ringan jika segera di obati dengan benar dan cepat, tetapi juga bisa menjadi penyakit yang berbahaya dan dapat mengancam nyama jika penanganan nya tidak di lakukan dengan baik.

Sakit Kepala pada Pneumonia

Penderita pneumonia biasanya akan mengalami sakit kepala. Bahkan gejala ini merupakan gejala paling umum yang dialami oleh penderita pneumonia pada usia anak-anak hingga dewasa. Jika Anda memiliki riwayat penyakit pneumonia dan mengalami gejala sakit kepala maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Sakit kepala sangat mungkin terjadi pada penderita pneumonia karena kadar oksigen yang masuk ke dalam tubuh relatif kurang sehingga suplai oksigen ke otak juga tidak optimal.

Penyebab Pneumonia

Dalam keadaan sehat, tidak terdapat mikro-organisme pada jaringan paru karena adanya mekanisme pertahanan jalan napas dan paru-paru. Apabila terdapat ketidakseimbangan antara daya tahan tubuh, mikro-organisme dan lingkungan, maka organisme dapat berkembang biak dan menimbulkan penyakit.

Pneumonia nosokomial (didapat di rumah sakit) dapat disebabkan berbagai macam mikro-organisme, namun sebagian besar disebabkan oleh bakteri. Bakteri tipikal/khas penyebab pneumonia yang paling sering adalah Streptococcus pneumonia (50%), Haemophilus influenza, Klebsiella, dan Staphylococcus.

Disebut tipikal karena beberapa bakteri ini mempunyai kecenderungan menyerang orang yang peka dan menimbulkan gejala yang khas, seperti Klebsiella pada penderita alkoholik atau Staphylococcus pada penderita pasca infeksi influenza. Bakteri atipikal/tidak khas yang sering ditemui adalah Mycoplasma pneumonia, Legionella, dan Chlamydia.

Selanjutnya, virus merupakan penyebab 15% kasus pneumonia anak dan 30% pneumonia dewasa. Untuk kasus pneumonia yang disebabkan jamur lebih relatif jarang ditemui, namun umumnya terjadi pada individu dengan sistem pertahanan tubuh yang lemah seperti penderita AIDS, pengguna obat-obat penekan sistem imun, dan penyakit berat lainnya.

Yang terakhir, parasit penyebab pneumonia adalah Toxoplasma gondii, Strongyloides stercoralis, Ascaris lumbricoides, dan Plasmodium malariae yang umumnya menginfeksi paru secara sekunder dari organ lain.

Penyebab pneumonia nosokomial sedikit berbeda dengan pneumonia komuniti (didapat di komunitas/di luar rumah sakit) yang dapat disebabkan oleh bakteri tipikal/khas atau bakteri-bakteri yang lebih sulit diobati.

Metode penularan pneumonia yang paling sering adalah terhirupnya kelompok bakteri di permukaan lapisan lendir saluran napas atas dan terhirupnya aerosol. Jika terdapat kelompok bakteri di saluran napas atas (hidung, tenggorok atas) dan kemudian terhirup ke saluran napas bawah, bakteri dapat menginfeksi jaringan paru – paru dan akhirnya menyebabkan peradangan.

Terhirupnya sebagian kecil lendir tenggorok dapat terjadi pada orang normal pada waktu tidur, penderita dengan penurunan kesadaran, peminum alkohol, dan pemakai obat-obatan terlarang. Terhirupnya aerosol yang mengandung virus atau jamur juga dapat menyebabkan peradangan pada paru.

Selain itu, metode penularan lain yang lebih jarang adalah melalui produk darah atau kontak langsung. Pada pneumonia parasit, parasit masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung dengan kulit, tertelan, atau via vektor serangga.

Pada orang sehat dan normal, pneumonia jarang terjadi karena adanya mekanisme pertahanan jalan napas dan paru.

Apabila terdapat faktor risiko tertentu yang mengganggu mekanisme pertahanan ini, maka pneumonia lebih mudah terjadi. Faktor risiko tersebut antara lain gangguan paru lokal (seperti tumor, penyakit paru obstruktif konik, bronkiektasis), radang gusi kronis, riwayat merokok, diabetes mellitus, gagal ginjal, gagal jantung, penyakit hati kronis, dan keganasan.

Kondisi – kondisi tersebut menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terinfeksi. Selain itu, orang dengan gangguan kesadaran (seperti kejang, keracunan obat atau alkohol) atau gangguan saraf pusat (seperti stroke) mengalami penurunan refleks muntah sehingga lendir pada saluran napas atas lebih mudah terhirup.

 

Apa Itu Pulmohealer?

Pulmohealer adalah produk dari PT. Autoimuncare Indonesia ( PT. AICI ) yang khusus mengatasi berbagai penyakit paru-paru. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

Pulmohealer bereaksi cepat, dijamin aman, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi Tubuh Anda.