skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Berikut Penjelasan Sakit Pneumonia Pada Orang Dewasa

Berikut Penjelasan Sakit Pneumonia Pada Orang Dewasa

Pneumonia merupakan penyakit peradangan yang terjadi pada jaringan di salah satu atau kedua paru-paru. Peradangan tersebut biasanya disebabkan oleh infeksi. Ketika seseorang menderita pneumonia maka sekumpulan kantong-kantong kecil yang ada di ujung saluran pernapasan di dalam paru-paru akan bengkak dan dipenuhi dengan cairan.

Menurut data dari WHO, pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar pada anak-anak. Diperkirakan ada 1,1 juta anak di dunia yang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit pneumonia ini. Sementara itu, Indonesia menduduki peringkat ke 8 pada tingkat kematian anak-anak akibat penyakit pneumonia. Tahun 2008, penumonia telah merenggut nyawa anak-anak sebanyak 38.000 jiwa.

Pneumonia sangat rentan dialami oleh bay dan juga anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 2 tahun. Tidak hanya itu saja, orang-orang yang berusia lanjut, orang yang memiliki penyakit paru-paru, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan jga orang-orang yang aktif merokok sangat rentan memiliki penyakit pneumonia.

PENYEBAB

Penyebab pneumonia adalah:

Bakteri (paling sering menyebabkan pneumonia pada orang dewasa):

– Streptococcus pneumoniae

– Staphylococcus aureus

– Legionella

– Hemophilus influenzae

Virus: virus influenza, chicken-pox (cacar air)

Organisme mirip bakteri: Mycoplasma pneumoniae (terutama pada anak-anak dan dewasa muda)

Jamur tertentu

Adapun cara mikroorganisme itu sampai ke paru-paru bisa melalui:

– Inhalasi (penghirupan) mikroorganisme dari udara yang tercemar

– Aliran darah, dari infeksi di organ tubuh yang lain

– Migrasi (perpindahan) organisme langsung dari infeksi di dekat paru-paru

Beberapa orang yang rentan (mudah terkena) pneumonia adalah:

– Peminum alkohol

– Perokok

– Penderita diabetes

– Penderita gagal jantung

– Penderita penyakit paru obstruktif menahun

Gangguan sistem kekebalan tubuh karena obat tertentu (penderita kanker, penerima organ cangkokan/transplantasi)

Gangguan sistem kekebalan karena penyakit (penderita AIDS)

Pneumonia juga bisa terjadi setelah pembedahan (terutama pembedahan perut) atau cedera (terutama cedera dada), akibat adanya kesulitan untuk bernafas dalam, batuk dan mengeluarkan lendir yang tertahan. Yang sering menjadi penyebabnya adalah Staphylococcus aureus, pneumokokus, Hemophilus influenzae atau kombinasi ketiganya.

Pneumonia pada orang dewasa paling sering disebabkan oleh bakteri, yang tersering yaitu bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumococcus). Pneumonia pada anak-anak paling sering disebabkan oleh infeksi virus pernafasan, dan puncaknya terjadi pada usia 2-3 tahun. Pada usia sekolah, pneumonia paling sering disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae.

Pneumonia bisa dikelompokkan berdasarkan sejumlah sistem yang berlainan. Salah satu diantaranya adalah berdasarkan cara diperolehnya, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu “community-acquired” (diperoleh di masyarakat) dan “hospital-acquired” (diperoleh di rumah sakit).

Pneumonia yang didapat di masyarakat paling sering disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Pneumonia yang didapat di rumah sakit biasanya disebabkan oleh Staphylococcus aureus atau bakteri gram negatif, seperti Klebsiella pneumonia atau Pseudomonas aeruginosa. Pneumonia yang didapat di rumah sakit bisa terjadi pada orang-orang yang telah dirawat selama 48 jam atau lebih untuk kondisi lainnya.

Pneumonia yang didapat di rumah sakit bisa bersifat lebih serius karena pada saat menjalani perawatan di rumah sakit, sistem pertahanan tubuh penderita untuk melawan infeksi seringkali terganggu. Selain itu, kemungkinan terjadinya infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik adalah lebih besar. Pneumonia jenis ini paling berisiko terjadi pada orang-orang yang menggunakan alat bantu pernafasan (ventilator).

DIAGNOSA

Pada pemeriksaan dada dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar suara nafas yang abnormal (ronki). Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosa antara lain :

– Rontgen dada

– Biakan dahak

– Hitung jenis darah

– Analisa gas darah arteri

PENGOBATAN

Terapi yang diberikan untuk pneumonia meliputi pengobatan untuk mengatasi infeksi dan mencegah terjadinya komplikasi.

Orang-orang dengan community-acquired pneumonia biasanya bisa diobati di rumah. Meskipun gejala-gejala mungkin akan mereda dalam waktu beberapa hari atau minggu, tetapi rasa lelah bisa menetap sampai sebulan atau lebih. Untuk melihat apakah infeksi telah mereda, bisa dianjurkan untuk melakukan foto rontgen dada ulang.

Pemberian terapi tergantung dari jenis dan keparahan pneumonia, usia penderita, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Terapi yang diberikan antara lain berupa :

– Antibiotika, untuk mengobati pneumonia akibat bakteri.

– Obat anti-virus, untuk mengatasi pneumonia akibat virus.

– Obat untuk mengatasi demam, misalnya aspirin atau ibuprofen (aspirin tidak boleh diberikan untuk anak-anak karena berisiko untuk terjadinya sindorma Reye).

– Obat batuk, untuk meredakan batuk sehingga penderita dapat beristirahat.

Seseorang perlu dirawat inap jika :

– berusia lebih dari 65 tahun atau kurang dari 3 bulan

– mengalami disorientasi terhadap waktu, tempat, dan orang

– cenderung terus tidur (pada anak-anak)

– mual dan muntah, sehingga tidak bisa minum antibiotika

– mengalami penurunan tekanan darah

– laju pernafasan yang cepat

– mengalami kesulitan bernafas

– mengalami penurunan kadar oksigen dalam darah

– memerlukan alat bantu nafas

– suhu tubuh dibawah normal

– tampak dehidrasi (pada anak-anak)

Penderita dengan penyakit yang tidak terlalu berat bisa diberikan antibiotik per-oral (lewat mulut) dan tidak perlu dirawat inap. Penderita yang lebih tua, mengalami sesak nafas, atau memiliki penyakit jantung/paru-paru lainnya harus dirawat dan diberikan antibiotik melalui infus. Mungkin perlu diberikan oksigen tambahan, cairan intravena dan alat bantu nafas mekanik.

Jika perlu mendapatkan alat bantu nafas (ventilator) atau jika timbul gejala-gejala yang berat, maka penderita perlu dirawat di ruang perawatan intensif (ICU).

 

Apa Itu Pulmohealer?

Pulmohealer adalah produk dari PT. Autoimuncare Indonesia ( PT. AICI ) yang khusus mengatasi berbagai penyakit paru-paru. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

Pulmohealer bereaksi cepat, dijamin aman, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi Tubuh Anda.