skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Cara Menangani Penyakit Pneumonia

Cara Menangani Penyakit Pneumonia

Pneumonia, atau yang dikenal juga sebagai penyakit radang paru-paru, biasanya membutuhkan beberapa minggu untuk proses penyembuhannya. Proses penyembuhan radang ini menuntut penderitanya untuk mewaspadai kesehatannya, paling tidak hingga melewati seminggu tanpa rasa sakit di dada, batuk, atau infeksi sekunder lainnya.

Gejala Penyakit Pneumonia

  1. Batuk berdahak

Batuk yang di alami oleh penderita pneumonia akan mengeluarkan dahak. Dan dahak yang di keluarkan akan berbeda pada penderita batuk berdahak yang normal. dahak yang di keluarkan bisa lebih kental.

  1. Nyeri dada

Dada yang terletak paru paru maka akan mersakan nyeri ketika sedang menghirup udara.

  1. Nafas menjadi lebih cepat

Penderita penyakit pneumonia akan mengalami kesulitan untuk bernafas sehingga ketika menghirup udara akan lebih cepat dari sebelum nya.

  1. Demam

Pada gejala bahaya penyakit pneumonia maka penderita akan mengalami demam, dan kedinginan sehingga juga merasakan menggigil.

  1. Suhu tubuh rendah

Jika demam bisa di alami pada anak anak, dan jika orang tua yang mengalami bahaya penyakit pneumonia akan mengalami penurunan suhu tubuh, sehingga bisa terjadi hipotermia. Sehingga butuh segera di hangatkan jika mengalami hipotermia.

  1. Nyeri otot

Nyeri otot dan mudah lelah walau tidak mengerjakan pekerjaan yang berat. Sehingga penderita penyakit pneumonia akan terlihat lemas.

  1. Penyakit diare

Sering mengalami buang air besar karena terdapat bakteri yang menginfeksi tubuh pada penderita bahaya penyakit pneumonia.

  1. Sakit kepala

Sakit kepala atau pusing kepala ketika mengalami pneumonia juga akan sering terjadi.

Cara Atasi Sakit Pneumonia

Buat janji pemeriksaan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan pneumonia. Selain pemeriksaan fisik, pemeriksaan sinar-X paru-paru juga umumnya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pneumonia. Dokter Anda mungkin juga akan memeriksa darah dan dahak Anda. Jenis obat yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebab pneumonia.

  1. Pneumonia akibat infeksi bakteri dan mycoplasma bisa diobati dengan antibiotik oral. Sayangnya, beberapa jenis bakteri resisten terhadap antibiotik. Penisilin dan makrolida adalah golongan antibiotik yang paling lazim digunakan untuk mengobati pneumonia.

Sefalosporin mungkin diberikan jika Anda alergi terhadap penisilin, atau jika penisilin tidak memberikan efek yang diharapkan. Flourokinolon terkadang digunakan, namun cenderung memiliki efek samping yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis antibiotik dalam pengobatan pneumonia lainnya.

  1. Pneumonia yang disebabkan oleh virus tidak dapat diobati dengan antibiotik, namun dokter mungkin akan memberikan resep obat antiviral.
  2. Pneumonia akibat infeksi jamur bisa diobati dengan obat-obatan antijamur.

Jika Anda menderita pneumonia akibat infeksi bakteri, mulailah minum antibiotik. Dokter akan memilihkan antibiotik berdasarkan beberapa hal untuk Anda. Hal ini meliputi usia, gejala, dan keparahan gejala, serta apakah Anda perlu dirawat di rumah sakit atau tidak. Lamanya waktu penggunaan antibiotik ditentukan oleh kesehatan Anda secara umum, seberapa serius pneumonia yang Anda derita, dan jenis antibiotik yang Anda gunakan.

  1. Walaupun anjuran para ahli berbeda-beda, antibiotik pertama yang digunakan biasanya adalah antibiotik yang dapat membunuh beragam bakteri (antibiotik spektrum luas). Semua antibiotik yang digunakan mempunyai angka kesembuhan yang tinggi untuk penyakit pneumonia.
  2. Jika kondisi Anda tidak membaik setelah penggunaan antibiotik yang pertama, dokter mungkin akan menyarankan antibiotik yang kedua untuk membunuh bakteri yang tidak dapat dilawan oleh antibiotik pertama. Atau, mungkin Anda harus menjalani pemeriksaan untuk menentukan organisme penyebab pneumonia Anda secara spesifik.

Jika gejala Anda tidak sama sekali membaik, atau semakin parah, lakukan pemeriksaan kultur bakteri dan sensitivitas terhadap antibiotik. Pemeriksaan ini seharusnya mampu menentukan organisme penyebab gejala Anda, serta mengetahui apakah bakteri tersebut resisten terhadap antibiotik.

  1. Semakin banyak bakteri yang resisten terhadap antibiotik tertentu, akibatnya pengobatan ini berkurang efektivitasnya. Bakteri resisten antibiotik misalnya MRSA, atau methicillin-resistant Staphylococcus aureus, yang resisten terhadap beragam antibiotik penisilin.

Untuk melawan resistensi terhadap antibiotik, minta saran dokter Anda untuk mengetahui cara penggunaan antibiotik yang benar, seperti selalu menghabiskan obat yang diresepkan.

 

  1. Cari tahu apakah Anda menderita pneumonia Varicella. Penyakit ini cukup langka, namun bisa diobati dengan obat antiviral. Dokter akan menyarankan pemeriksaan yang tepat untuk memastikan penyakit ini.

Gejala penyakit umumnya membaik dalam satu hingga tiga minggu. Jika Anda memang menderita pneumonia akibat virus, jangan cemas. Penyakit ini bisa disembuhkan.

Kegiatan Penderita Pneumonia

Beristirahatlah sebanyak mungkin untuk membantu mempercepat pemulihan Anda. Walaupun Anda mungkin akan merasa lebih baik dalam beberapa hari atau beberapa minggu, rasa lelah bisa Anda rasakan hingga satu bulan lebih. Orang-orang yang dirawat di rumah sakit membutuhkan waktu paling tidak 3 minggu sebelum kembali ke rutinitas normal.

  1. Gejala penyakit terkadang lebih lama mereda pada perokok. Jika Anda merokok, pahamilah bahwa masa pemulihan yang lebih lama adalah hal yang normal.
  2. Minum banyak cairan sepanjang hari. Air adalah pilihan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sekaligus mengencerkan dahak di paru-paru Anda. Air tidak hanya bagus untuk paru-paru Anda, namun juga akan membuat Anda merasa lebih baik.
  3. Habiskan obat-obatan sesuai resep. Jika Anda berhenti minum obat terlalu cepat, dalam paru-paru Anda mungkin masih ada bakteri yang tersisa dan memperbanyak diri, akibatnya pneumonia Anda kambuh kembali.
  4. Memastikan pneumonia Anda benar-benar sembuh dan tidak kambuh kembali adalah hal yang sangat penting. Untuk itu, habiskanlah seluruh obat-obatan yang diresepkan.
  5. Jalani perawatan di rumah sakit jika Anda mengalami komplikasi akibat pneumonia atau membutuhkan oksigen atau antibiotik intravena.

Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari hingga cukup sehat untuk melanjutkan perawatan di rumah. Jika Anda mengalami salah satu gejala berikut ini, segera kunjungi rumah sakit:

– Kehilangan kemampuan mengingat waktu, orang lain, atau tempat

– Napas cepat

– Butuh bantuan untuk bernapas

– Suhu tubuh di bawah rentang suhu normal

– Mual dan muntah sehingga tidak bisa menelan antibiotik

– Penurunan tekanan darah

Lakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan sinar-X mungkin akan dilakukan sekali lagi untuk memastikan paru-paru Anda telah bebas dari infeksi. Pemeriksaan lanjutan ini sangat penting terutama bagi perokok yang menderita batuk kronis dan sesak napas.

 

Apa Itu Pulmohealer?

Pulmohealer adalah produk dari PT. Autoimuncare Indonesia ( PT. AICI ) yang khusus mengatasi berbagai penyakit paru-paru. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

Pulmohealer bereaksi cepat, dijamin aman, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi Tubuh Anda.