skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Sakit Kepala Pada Pneumonia

Sakit Kepala pada Pneumonia

Pneumonia atau paru-paru basah adalah sebuah kondisi medis yang terjadi akibat timbulnya peradangan jaringan disalah satu atau kedua bagian paru-paru.

Hal ini terjadi akibat adanya infeksi virus, jamur, bakteri ataupun parasit kedalam tubuh melalui sistem pernapasan dimana pulmonary (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan.

Selain itu, penyebab lain yang juga bisa memicu adanya pneumonia dalam dalam tubuh adalah disebabkan oleh adanya iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari adanya penyakit lain didalam tubuh yang mana pada umumnya, penyakit tersebut mengindikasikan adanya penyakit serius seperti halnya kanker paru-paru atau sebagai akibat dari terlalu seringnya mengkonsumsi alkohol.

Akan tetapi, penyebab yang paling sering terjadi pada kebanyakan kasus pneumonia adalah adanya serangan bakteria dari jenis streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.

Penyakit paru-paru yang satu ini tidaklah boleh dianggap remeh atau mungkin disepelekan, hal ini dikarenakan dampak dari penyakit ini akan sangat berbahaya. Dan rasanya, bukanlah tindakan yang baik bila kita mengabaikan segala macam penyakit yang muncul dalam tubuh.

Sekecil apapun bentuknya, sebuah penyakit tetap saja adalah hal yang berbahaya bila dibiarkan begitu saja. Sebab hal ini akan dapat menjalar ke seluruh tubuh dan pada akhrinya terakumulasi menjadi penyakti berbahaya, yang mana tentunya akan membutuhkan lebih banyak biaya untuk anda dapat menyembuhkan penyakit ini.

Untuk itulah, sebelum gangguan kesehatan dalam tubuh anda berubah menjadi lebih buruk, maka sebaiknya atasi dengan segera. Penanganan yang lebih cepat akan dapat menghindarkan anda dari kemungkinan lebih buruk resiko penyakit ini.

Pneumonia merupakan penyakit yang amat serius dan cukup berbahaya. Perlu diketahui, penyakit yang satu ini adalah salah satu penyebab kematian paling tinggi di dunia. Ironisnya, resiko penyebab utama kematian ternyata diakibatkan oleh pemberian antibiotik yang tidak akurat atau tidak tepat.

Pada saat si pasien menderita pneumonia, kumpulan kantong-kantong udara yang berbentuk kecil yang terdapat dibagain ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi dengan cairan.

Sebelum penyakit ini menyebar kedalam tubuh, umumnya, seorang penderita akan mulai mengalami gejala sebagai ciri yang menandai timbulnya penyakit ini. Gejala umum dari penyakit pneumonia ini bisa meliputi batuk, demam dan sulitnya bernapas.

Sakit Kepala pada Pneumonia

Penderita pneumonia biasanya akan mengalami sakit kepala. Bahkan gejala ini merupakan gejala paling umum yang dialami oleh penderita pneumonia pada usia anak-anak hingga dewasa. Jika Anda memiliki riwayat penyakit pneumonia dan mengalami gejala sakit kepala maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Sakit kepala sangat mungkin terjadi pada penderita pneumonia karena kadar oksigen yang masuk ke dalam tubuh relatif kurang sehingga suplai oksigen ke otak juga tidak optimal.

Pengobatan

Pengobatan pneumonia bergantung pada tingkat keparahan penyakit. Jika keadaan klinis baik dan tidak ada indikasi rawat, maka dapat diobati di rumah.

Pengobatan utama pada pneumonia adalah antibiotika, pemberian cairan, analgetik, dan istirahat. Pada pneumonia ringan, dapat diberikan antibiotik tablet/pil (per oral), analgetik ringan, dan istirahat.

Namun, penderita dengan sesak napas hebat, penderita dengan gejala pneumonia berat, penderita dengan penyakit penyerta lain, atau penderita usia tua perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan antibiotik suntik dan pengawasan lebih ketat.

Skor CURB-65 digunakan untuk membantu menentukan kriteria rawat inap untuk penderita pneumonia dewasa (Tabel 1). Skor 0-1 dapat dirawat jalan, skor 2 dapat dirawat inap dalam waktu singkat atau kunjungan ulang segera, dan skor 3-5 memerlukan rawat inap.

Penderita anak dengan gangguan napas atau saturasi oksigen <90% perlu dirawat inap. Penderita dengan infeksi menyeluruh atau gagal napas harus dirawat di Intensive Care Unit (ICU).

Pengobatan pneumonia komuniti dibagi menjadi:

  1. Penderita rawat jalan

Pengobatan sesuai gejala, yaitu istirahat di tempat tidur, minum secukupnya, bila demam tinggi dikompres atau minum obat penurun panas, bila perlu dapat ditambah obat batuk pengencer dahak. Perlu diberikan antibiotika dalam 8 jam setelah timbul gejala.

  1. Penderita rawat inap di ruang rawat biasa

Pengobatan sesuai gejala yaitu pemberian oksigen, obat penurun panas, obat batuk pengencer dahak, dan pemasangan infus untuk pemberian cairan dan nutrisi. Perlu diberikan antibiotik dalam 8 jam setelah timbul gejala.

  1. Penderita rawat inap di ICU

Pengobatan sesuai gejala dan bila ada indikasi, penderita dipasang alat bantu napas (ventilator).

Pemberian antibiotik sebaiknya berdasarkan data mikro-organisme dan hasil uji kepekaannya. Namun, karena diperlukan waktu untuk pembiakan bakteri di laboratorium dan mengingat potensi komplikasi pneumonia, maka penderita pneumonia harus segera diberikan antibiotik spektrum luas yang diketahui berefek terhadap sebagian besar kuman penyebab pneumonia.

Selain itu, bakteri yang berhasil tumbuh pada pemeriksaan laboratorium belum tentu merupakan penyebab pneumonia yang sedang diderita. Terdapat perbedaan jenis antibiotik yang digunakan untuk pneumonia komuniti dan pneumonia nosokomial karena perbedaan pola kuman penyebab.

Jika setelah diberikan antibiotik empiris selama 24 – 72 jam tidak ada perbaikan gejala, maka harus ditinjau kembali gejala, faktor – faktor penderita, obat – obat yang diberikan dan bakteri penyebabnya.

Pada penderita rawat inap, antibiotik suntik diberikan selama 3 hari, kemudian dapat diganti menjadi antibiotik per oral dan dirawat jalan apabila: tidak ada indikasi untuk pemberian suntikan lagi, tidak ada kelainan pada penyerapan saluran cerna, tidak demam selama minimal 8 jam, terdapat perbaikan gejala, dan jumlah leukosit normal/menuju normal.

Lama pengobatan antibiotik adalah 7 hari atau sampai 3 hari setelah bebas demam. Pada infeksi Pseudomonas, antibiotik diberikan selama 14 – 21 hari.

Pada umumnya, pneumonia yang mendapatkan pengobatan dapat pulih. Perawatan yang baik dan intensif sangat mempengaruhi kepulihan penderita. Angka kematian penderita pneumonia komuniti <5% pada rawat jalan dan 20% pada rawat inap.

 

Apa Itu Pulmohealer?

Pulmohealer adalah produk dari PT. Autoimuncare Indonesia ( PT. AICI ) yang khusus mengatasi berbagai penyakit paru-paru. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

Pulmohealer bereaksi cepat, dijamin aman, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi Tubuh Anda.